Doa Niat Sholat

Niat Puasa Ganti Qadha Ramadhan, Arti, dan Bacaan Latinnya Lengkap

Niat Puasa Ganti - SaumuRomadhona atau puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dikerjakan semua umat muslim yang sudah baligh dan berakal. Tidak ada alasan yang membenarkan seseorang untuk meninggalkan puasa ini kecuali ia dalam keadaan sakit, haidh, nifas, menyusui, hamil, dalam perjalanan (musafir), lanjut usia dan karena ketidakmampuan, dipaksa, atau karena terpaksa.

Mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan diwajibkan untuk mengganti atau mengqadha puasa sesuai dengan jumlah lamanya hari yang ia tinggalkan. Adapun saat akan mengqadhanya, beberapa sahabat kaum muslimin sering kali bingung dan tidak tahu terkait seperti apa bacaan doa niat puasa ganti atau qadha Ramadhan yang seharusnya dibaca untuk mengawali ibadah penggantinya ini. Oleh sebab itulah, pada artikel ini kami akan menguraikan tentang niat puasa ganti qadha Ramadhan lengkap dengan latin dan artinya. Silakan disimak!

Niat Puasa Ganti

Niat Puasa Ganti Qadha Ramadhan

Niat terletak di hati dan sunah untuk diucapkan. Oleh karena itu, ketika Anda akan menunaikan puasa pengganti ramadhan, bacalah niat puasa ganti qadha yang mempunyai lafal atau bacaan sebagaimana berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Latinnya : “Nawaitu Shauma Ghadin 'An Qodaa'in Fardho Rhomadhoona Lillahi Taa'alaa.”
Artinya : “Saya berniat puasa besok untuk mengganti fardhu Ramadhan, karena Allah Taa'ala.”

Kapan Menunaikan Puasa Ganti (Qadha)

Puasa ganti atau qadha adalah kewajiban bagi mereka yang meninggalkan puasa Ramadhan. Puasa ganti bisa dikerjakan kapanpun, dari awal Syawal hingga menjelang bulan Ramadhan di tahun berikutnya.

Akan tetapi, sangat dianjurkan bagi kita untuk mensegerakan qadha sebagaimana kita mensegerakan membayar hutang. Hal ini sesuai dengan Firman Alloh berikut:

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ
Artinya : “Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al Mu’minun: 61)
Puasa ganti atau Qadha dapat dikerjakan secara berturut-turut atau secara terpisah. Tidak ada kewajiban untuk menunaikan puasa qadha dalam waktu yang runut. Kendati demikian, Ibnu Taimiyah –seorang Ahli fiqih berpendapat bahwa akan lebih afdol apabila puasa ganti (qadha’) dilakukan secara berturut-turut supaya lebih cepat bagi kita untuk lepas dari beban kewajiban.

Puasa Qadha bagi Ahli Waris

Jika sebelum melaksanakan puasa qadha seseorang tiba ajalnya, maka wajib bagi ahli warisnya untuk membayar qadha tersebut. Puasa qadha yang diwajibkan pada si mayit beralih ke ahli warisnya sesuai dengan jumlah hari yang harus dibayar. Jumlah hari puasa qadha dapat dibagikan pada semua ahli warisnya agar lebih ringan. Adapun saat akan membayar puasa qadha si pewaris, ahli waris juga harus membaca niat puasa ganti seperti yang telah dicantumkan di atas.

Beralihnya kewajiban membayar puasa qadha dari pewaris kepada ahli waris sesuai dengan hadist riwayat Tirmidzi berikut ini:

مَنْ مَاتَ وَ عَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
Artinya : "Barang siapa meninggal dunia padahal ia mempunyai kewajiban puasa qadha Ramadhan, maka keluarganya (walinya) wajib berpuasa menggantikannya." (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah)
Hadist tersebut tentu menggambarkan betapa pentingnya mengqadha puasa ramadhan yang kita tinggalkan. Seorang yang meninggal dunia sebelum ia melunasi qadha puasa sedangkan ahli warisnya tak mau membayarnya tentu akan ditagih di alam kubur. Oleh karena itu, bagi saudara muslim sekalian yang mungkin merasa mempunyai hutang puasa di Ramadhan tahun lalu, marilah kita membayarnya sekarang, sebelum ajal kita menjemput.

Nah, demikianlah pemaparan sekilas mengenai doa niat puasa ganti atau qadha Ramadhan. Semoga dapat membantu sahabat muslim sekalian dan bisa memotivasi kita semua untuk mensegerakan membayar hutang puasa di Ramadhan tahun lalu.

0 Response to "Niat Puasa Ganti Qadha Ramadhan, Arti, dan Bacaan Latinnya Lengkap"